Lahirnya Komponen Cadangan TNI di Era Jokowi

 


"Dengan mengucap Bismillahhirohmannirohim, pada hari ini Kamis tanggal 7 Oktober 2021, pembentukan komponen perjudian casino online cadangan tahun 2021 secara resmi saya nyatakan ditetapkan," ujar Jokowi sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis.

Dalam upacara tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ada pula para kepala staf angkatan yang ikut mendampingi Jokowi, mulai dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Fadjar Prasetyo.

Acara dimulai dengan agen perjudian casino online menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jokowi bersama Prabowo dan Komandan Upacara Brigjen TNI Yusuf Ragainaga kemudian memeriksa pasukan dengan menggunakan mobil jip. 

Sebagai informasi, seluruh peserta upacara, yaitu siswa Komponen Cadangan yang selama tiga bulan telah berlatih bersama dalam karantina tanpa ada interaksi dengan pihak luar. Adapun, setiap siswa sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 sebanyak dua kali dan secara periodik melakukan tes usap setiap pekan. Peserta juga melakukan tes usap PCR sehari sebelumnya.

BACA JUGA : 

Polri Pastikan Penempatan Rekrutmen 57 Eks Pegawai KPK Sesuai Kompetensi


Begitu juga tamu upacara wajib sudah vaksin dua kali dan melakukan tes usap PCR sehari sebelumnya. Jarak antartamu saat acara diatur sesuai protokol kesehatan.

Dalam upacara tersebut, Menhan Prabowo Subianto melaporkan bahwa komponen cadangan TNI 2021 terdiri dari Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jaya sebanyak 500 orang, Rindam 3 Siliwangi 500 orang, Rindam 4 Diponegoro 500 orang, Rindam 5 brawijaya 500 orang, Rindam 12 Tanjungpura 499 orang, dan Universitas Pertahanan 604 orang.

Adapun pendaftaran Komponen Cadangan dimulai pada 17 sampai 31 Mei 2021 dan seleksi dilakukan pada 1 hingga 17 Juni 2021.

"Latihan dasar kemiliteran 21 Juni sampai dengan 18 September 2021. Penetapan tanggal 7 Oktober 2021," kata Prabowo saat menyampaikan laporan.

Komponen cadangan merupakan program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan oleh UU Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN).

"Bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945," tutur Prabowo.

Sebagai informasi, mobilisasi Komponen Cadangan (Komcad) hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI, dan di bawah kendali Panglima TNI. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Minta Setop Pengeboran Migas di Natuna, Indonesia Diam Atau Balas

BONUS NEW MEMBER 100%

Ada 252 Temuan Omicron, 13 Kasus Diantaranya Transmisi Lokal